Rabu, 02 Mei 2012

Tak Ada yang Abadi !

01 Mei 2012
16:35 WIB



Tak ada yang abaaadiiii....
Tak ada yang abaaadiii...
Suara musik dari handphone BB’ku mengiringi kesedihanku.
Airmata tak berhenti menetes.
Rasa sakit di hati ini semakin dalam.

Seperti lagu Peter Pan – Tak ada yang abadi...
Semua yang terjadi di dunia ini pun tak ada yang abadi.

Airmata ini semakin deras, saat lirik lagu terdengar :
“Takkan selamanya, tanganku mendekapmu...
Takkan selamanya, ragaku ini menjagamu...”

Suara rintihan hati ini pun bersuara saat ku teringat ortuku, saudara-saudaraku, dan semuanya :
Bagaimana jika semuanya menghilang???
Bagaimana jika Tuhan mengambil semuanya???
Sedih rasanya jika ku bayangkan seperti itu...
Tuhan, jangan KAU ambil semuanya...
Tuhan, jangan KAU ambil Ibuku...
Tuhan, jangan KAU ambil Ayahku...
Jangan KAU ambil...Jangan Tuhaannn....
Ku mohon jangan...Jangan diambil....
Jangan Tuhan....Jangaaaannn....

Tangisku pun semakin deras...
Namun suara tangisku semakin hilang...
Aku pun menangis kuat tanpa suara.

Saat tangisku tak kunjung berhenti.
Aku teringat akan seseorang.
Seseorang yang belum pernah aku liat wajahnya.
Seseorang jagoan yang tak pernah ku lihat di dunia ini.
Mungkin dia pernah hidup...
Tapi hidupnya sangat sangat singkat sekali.
Walau sesingkat apapun,
Aku tetap menganggap dia pernah ada di kehidupan ortuku,
Dan pernah menjadi Kakak Kandungku.

Dia selalu aku rindukan...
Apalagi ketika aku sakit.
Kak, aku sakit kaa...
Aku mau disayang kakak...
Aku ga mau sendirian disini kaa...
Aku mau ditemenin kakak...
Aku mau sukses bareng sama kakak...

Disisi lain, aku teringat seorang laki-laki.
Dia pun seorang kakak. Tapi bukan kakak kandungku.
Dia kakak kelasku sewaktu aku MTs/SMP dan SMA.
Cukup lama aku mengenalnya.
Laki-laki itu dulu pernah menyimpan rasa dan mengungkapkannya kepadaku.
Namun sayang, sebelum pelulusan SMA tiba, Tuhan memanggilnya.
Tragis sungguh tragis, kecelakaan itu merenggut nyawanya.
Dan aku sangat sedih, karena aku tidak bisa membalas cintanya.
Kalau saja ku tahu masa hidupnya sesingkat itu,
Mungkin aku mau menemani sisa hidupnya.

Dan yang lebih menyedihkan adalah...
Sebelum Almarhum tiada, dia terus menanyakanku ke teman sekelasku.
1 hari, 2 hari, dan ketika sampai pada 3 hari,
Tepatnya hari kamis, sakit cacarku sudah mulai sembuh,
Aku pun masuk sekolah...dan aku bertemu dia.
Saat bertemu hari kamis itu, dia sempat bercanda denganku,
Dan aku mencubit tangannya.
Terasa sangat kurus tangannya waktu itu...
Seperti terasa tulangnya saat ku cubit dia.

Dan aku pun tidak menyangka, hari itu hari terakhirku bertemu dengannya.
Malam harinya sekitar mungkin pukul 22.00 WIB,
Dia mengalami kecelakaan.
Dan aku baru mengetahui hal itu pada hari jumat,
Disaat aku sampai di sekolah SMA’ku pada pagi hari, aku mendengar kabar duka itu.

Selama 3 hari Almarhum menanyakan aku...
Seakan-akan dia mau berpamitan.

Semuanya memang TAK ADA YANG ABADI...
Semuanya memang TAK ADA YANG ABADI...
Semuanya memang TAK ADA YANG ABADI...
Semua yang diciptakan, pasti akan kembali kepada Yang Maha Pencipta,
Yaitu Allah Yang Maha Esa.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar